Minggu, 03 Februari 2019

Inilah saya bagi keluarga dan kontribusi yang telah, sedang dan akan saya berikan untuk Indonesia

Nama saya Atika Putri, lahir di Sukabumi pada tanggal 06 April 1999. Saya anak ke empat dari empat bersaudara. Kakak laki-laki saya adalah kakak tertua dan saya memiliki kakak kembar perempuan. Saat masih bersekolah saya tinggal bertiga dengan orang tua dikampung Ciutara RT 22/08 desa Pondokkasolandeuh kecamatan Parungkuda kabupaten Sukabumi dan saat ini saya tinggal di Jakarta.  Di Jakarta, saya tinggal bersama Nenek. Selain untuk menuntut ilmu saya juga dapat membantu menjaga dan mengurus Nenek saya.
Riwayat pendidikan saya dimulai dari SD Negeri 1 Pondokkasolandeuh tahun 2005–2011 dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Cicurug tahun 2011–2014 setelah lulus saya melanjutkan kembali sekolah di SMA Negeri 1 Cicurug tahun 2014–2017. Sekarang saya menempuh bangku perkuliahan di Universitas Indraprasta PGRI Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi S1 Pendidikan Matematika.
Aktivitas yang sedang saya jalani yaitu sebagai seorang Mahasiswa tentunya dengan berbagai tuntutan pendidikan dan Organisasi. Sistem pembelajaran dalam kampus saya sudah terpaket, artinya tidak ada sistem kejar SKS, sehingga dihari-hari tertentu ada jam kuliah dari pagi hingga sore hari. Namun kesibukan kuliah ini tidak menghalangi saya untuk berorganisasi demi menambah pengalaman dan membangun karakter diri. Saat ini saya memegang amanah di UNITAS Matematika Universitas Indraprasta PGRI sebagai Sekretaris 2, selain organisasi internal kampus saya juga mengikuti organisasi eksternal kampus yaitu IKAHIMATIKA Indonesia Wilayah III sebagai anggota Departemen Keilmuan dan Keprofesian tahun 2018–2020.

Bagi keluarga, saya adalah seorang anak bungsu perempuan. Namun saya memiliki peran besar untuk membantu pekerjaan rumah. Terlebih saat ini saya tinggal bersama Nenek saya, sehingga sudah sewajarnya saya yang mengurusi Nenek dan mengerjakan pekerjaan rumah. Ayah saya adalah pensiunan, beliau pensiun dari pekerjaannya sejak tahun 2002 sedangkan Ibu saya adalah Ibu Rumah Tangga. Dengan mengandalkan sisa uang pensiun Ayah lah, mereka dapat membiayai saya dan kakak hingga sekarang. Saya menyadari, di usia orang tua saya yang semakin bertambah, tidak seharusnya saya membebani sepenuhnya kepada mereka biaya pendidikan selama saya di Jakarta, saya memiliki tanggung jawab untuk mandiri dengan meringankan biaya hidup keluarga dan juga mengemban harapan orang tua agar saya dapat bermanfaat bagi orang disekitar saya. Ini merupakan beban yang cukup berat yang membayangi saya pada saat ini. Faktor inilah yang membuat saya terus termotivasi untuk berkuliah dengan baik, memaksimalkan potensi diri dengan berorganisasi agar ilmu dan nilai yang saya peroleh dapat saya pertanggungjawabkan untuk membantu membangun kecerdasan anak bangsa, dengan tetap berusaha meringankan beban  orang tua dalam mencari biaya sendiri dengan beasiswa.
Sistem perkuliahan di kampus yang begitu padat dan aktivitas saya dalam organisasi tidak membatasi saya untuk dapat mengajar sambilan sepulang kuliah, dengan tujuan agar bisa memupuk dan membentuk karakter diri saya. Dengan harapan semoga kedepannya dapat bermanfaat ketika saya terjun di dunia kerja sesungguhnya dan juga dalam masyarakat luas. Alhamdulillah dengan berbagai aktivitas yang saya jalani dari awal masuk perkuliahan saya masih dapat mempertahankan indeks prestasi di atas 3 persemesternya.
Selama empat hari di bulan November 2018, saya menjadi delegasi untuk menghadiri pertemuan Musyawarah Wilayah 2018 IKAHIMATIKA Indonesia Wilayah III di Universitas SuryaKancana, Cianjur. Disana kami bukan hanya pergantian kepengurusan tapi kami pun melakukan diskusi matematika guna membahas apa saja yang membuat dunia pendidikan sekarang terkesan menurun. Yakni bisa dari faktor pendidik, faktor peserta didik, faktor kurangnya sarana dan prasarana, atau bisa juga karena faktor media dan metode dalam penyampaian materinya. Dari sinilah, saya berpikir bagaimana caranya agar dengan pengalaman yang dimiliki saat ini, kita sebagai calon pendidik mampu menciptakan generasi yang baik di kemudian hari. Bukan dengan memaksa generasi untuk pintar, tapi menciptakan generasi yang mau belajar. Inilah yang membuat saya semakin giat dalam beraktivitas dan juga tentunya belajar, sehingga saya sangat berharap jika ada instansi yang menawarkan program-program yang dapat membantu saya berkembang dan membentuk karakter saya agar menjadi pribadi yang lebih baik untuk menjadi sumber daya yang berkualitas. Dan ternyata itu bisa didapatkan di dalam Beasiswa Bazma Pertamina yang menawarkan bantuan dana untuk biaya kuliah, biaya hidup dan program pengembangan diri yang sangat saya harapkan saat ini. Tentunya saya berharap program beasiswa ini dapat menjangkau mereka yang memang pantas menerimanya dan menjadi sebuah kebermanfaatan yang luas. Saya berharap tentunya agar pantas menerima beasiswa ini dengan berbagai pertimbangan dari team penilai. Demikian esai ini saya tulis, akhir kata saya ucapkan terima kasih.


Kata kunci : Beasiswa Bazma Pertamina