Nama saya Atika Putri, lahir di
Sukabumi pada tanggal 06 April 1999. Saya anak ke empat dari empat bersaudara.
Kakak laki-laki saya adalah kakak tertua dan saya memiliki kakak kembar
perempuan. Saat masih bersekolah saya tinggal bertiga dengan orang tua dikampung
Ciutara RT 22/08 desa Pondokkasolandeuh kecamatan Parungkuda kabupaten Sukabumi
dan saat ini saya tinggal di Jakarta. Di
Jakarta, saya tinggal bersama Nenek. Selain untuk menuntut ilmu saya juga dapat
membantu menjaga dan mengurus Nenek saya.
Riwayat pendidikan saya dimulai dari
SD Negeri 1 Pondokkasolandeuh tahun 2005–2011 dilanjutkan ke SMP Negeri 1
Cicurug tahun 2011–2014 setelah lulus saya melanjutkan kembali sekolah di SMA
Negeri 1 Cicurug tahun 2014–2017. Sekarang saya menempuh bangku perkuliahan di
Universitas Indraprasta PGRI Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program
Studi S1 Pendidikan Matematika.
Aktivitas
yang sedang saya jalani yaitu sebagai seorang Mahasiswa tentunya dengan
berbagai tuntutan pendidikan dan Organisasi. Sistem pembelajaran dalam kampus
saya sudah terpaket, artinya tidak ada sistem kejar SKS, sehingga dihari-hari
tertentu ada jam kuliah dari pagi hingga sore hari. Namun kesibukan kuliah ini
tidak menghalangi saya untuk berorganisasi demi menambah pengalaman dan
membangun karakter diri. Saat ini saya memegang amanah di UNITAS Matematika
Universitas Indraprasta PGRI sebagai Sekretaris 2, selain organisasi internal
kampus saya juga mengikuti organisasi eksternal kampus yaitu IKAHIMATIKA Indonesia
Wilayah III sebagai anggota Departemen Keilmuan dan Keprofesian tahun 2018–2020.
Bagi keluarga, saya adalah seorang
anak bungsu perempuan. Namun saya memiliki peran besar untuk membantu pekerjaan
rumah. Terlebih saat ini saya tinggal bersama Nenek saya, sehingga sudah
sewajarnya saya yang mengurusi Nenek dan mengerjakan pekerjaan rumah. Ayah saya
adalah pensiunan, beliau pensiun dari pekerjaannya sejak tahun 2002 sedangkan
Ibu saya adalah Ibu Rumah Tangga. Dengan mengandalkan sisa uang pensiun Ayah lah,
mereka dapat membiayai saya dan kakak hingga sekarang. Saya menyadari, di usia
orang tua saya yang semakin bertambah, tidak seharusnya saya membebani sepenuhnya
kepada mereka biaya pendidikan selama saya di Jakarta, saya memiliki tanggung
jawab untuk mandiri dengan meringankan biaya hidup keluarga dan juga mengemban
harapan orang tua agar saya dapat bermanfaat bagi orang disekitar saya. Ini
merupakan beban yang cukup berat yang membayangi saya pada saat ini. Faktor inilah
yang membuat saya terus termotivasi untuk berkuliah dengan baik, memaksimalkan
potensi diri dengan berorganisasi agar ilmu dan nilai yang saya peroleh dapat
saya pertanggungjawabkan untuk membantu membangun kecerdasan anak bangsa, dengan
tetap berusaha meringankan beban orang tua dalam mencari biaya sendiri
dengan beasiswa.
Sistem perkuliahan di kampus yang begitu
padat dan aktivitas saya dalam organisasi tidak membatasi saya untuk dapat mengajar
sambilan sepulang kuliah, dengan tujuan agar bisa memupuk dan membentuk
karakter diri saya. Dengan harapan semoga kedepannya dapat bermanfaat ketika
saya terjun di dunia kerja sesungguhnya dan juga dalam masyarakat luas.
Alhamdulillah dengan berbagai aktivitas yang saya jalani dari awal masuk
perkuliahan saya masih dapat mempertahankan indeks prestasi di atas 3
persemesternya.
Selama empat hari di bulan November
2018, saya menjadi delegasi untuk menghadiri pertemuan Musyawarah Wilayah 2018
IKAHIMATIKA Indonesia Wilayah III di Universitas SuryaKancana, Cianjur. Disana
kami bukan hanya pergantian kepengurusan tapi kami pun melakukan diskusi matematika
guna membahas apa saja yang membuat dunia pendidikan sekarang terkesan menurun.
Yakni bisa dari faktor pendidik, faktor peserta didik, faktor kurangnya sarana
dan prasarana, atau bisa juga karena faktor media dan metode dalam penyampaian
materinya. Dari sinilah, saya berpikir bagaimana caranya agar dengan pengalaman
yang dimiliki saat ini, kita sebagai calon pendidik mampu menciptakan generasi
yang baik di kemudian hari. Bukan dengan memaksa generasi untuk pintar, tapi
menciptakan generasi yang mau belajar. Inilah yang membuat saya semakin giat
dalam beraktivitas dan juga tentunya belajar, sehingga saya sangat berharap
jika ada instansi yang menawarkan program-program yang dapat membantu saya
berkembang dan membentuk karakter saya agar menjadi pribadi yang lebih baik
untuk menjadi sumber daya yang berkualitas. Dan ternyata itu bisa didapatkan di
dalam Beasiswa Bazma Pertamina yang menawarkan bantuan dana untuk biaya kuliah,
biaya hidup dan program pengembangan diri yang sangat saya harapkan saat ini.
Tentunya saya berharap program beasiswa ini dapat menjangkau mereka yang memang
pantas menerimanya dan menjadi sebuah kebermanfaatan yang luas. Saya berharap
tentunya agar pantas menerima beasiswa ini dengan berbagai pertimbangan dari team penilai. Demikian esai ini saya tulis, akhir
kata saya ucapkan terima kasih.
Kata
kunci : Beasiswa Bazma Pertamina